A. Latar Belakang
Di era yang sungguh menggiurkan ini banyak tekhnologi,
pengetahuan juga lapangan pekerjaan yang semakin mengikuti zaman, namun jika
kita memandang dari sisi yang berbeda, kita akan menemui pandangan yang berbeda
pula, seiring berbagai perkembangan zaman yang semakin unjuk di era ini,
terutama dalam hal lapangan kerja, semakin banyak juga kerancuan demi kerancuan
yang kita temukan.
Penggangguran kian merajalela, membuat pemerintah semakin
bingung dalam mengatasinya. Berbagai ide yang hadir pada pejabat pengangguran
kini kian tersalurkan “mengemis dengan cara yang sangat canggih sehingga
membuat yang lain iba melihatnya”. Mengacuhkan hukum dari pekerjaan itu hanya
demi mendapatkan uang-uang dari hasil mengemis dari suatu tempat ke tempat
lain. Pekerjaan ini sudah lama lahir di negeri kita, hanya saja seiring zaman
semakin unjuk sedemikian juga mereka ikut unjuk. Dengan bermodal memamerkan
kekurangan nya,bermodal bayi yang terus tidur dalam gendongannya, atau bermodal
anak kecil yang berpakaian lusuh, lesu, kotor hanya untuk membuat yang
melihatnya iba dan menyisihkan sedikit uang untuk diberikan kepada mereka. Hal
ini juga kian merajalela mengiringi merajalelanya pengangguran.
Hal ini sungguh memprihatinkan moral jiwa dan bangsa. Apa
yang harus kita lakukan sebagai penonton mereka? Apakah kita harus iba dan
menyisihkan mereka uang? Atau apakah kita harus membiarkan dan mengacuhkan
pekerjaan mereka? Hal inilah yang melatar belakangi saya dalam menulis tulisan
ini yang bertema “pengemis yang semakin unjuk dengan cara mereka, dan bahkan
kian mengacuhkan hukum dari pekerjaan itu”. Dalam kasus ini saya telah
melakukan observasi terhadap pengemis disekitaran saya, dan mengambil fokus
kepada seorang pengemis laki-laki berpeci dengan menggandeng anak umuran 5
tahunan yang berbeda-beda setiap harinya.
Faktor apa yang menggerakkan hati mereka untuk melakukan
pekerjaan ini, apakah disebabkan oleh faktor ekonomi atau memang pekerjaan yang
telah di turun temurunkan dari keluarganya, hal itu menjadi faktor
keingintahuan saya dalam mendalami masalah ini.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian pengemis?
2.
Berbagai
cara mengemis
3.
Faktor
apa yang membuat mereka mengemis
C. Tujuan Pembahasan
Penulis ingin memaparkan penulisan bertema pada ‘pengemis’.
1.
Agar
pembaca dapat memahami dan mengetahui makna dan pengertian dari pengemis.
2.
Penulis
menguraikan cara- cara yang di lakukan para pengemis dalam melakuakan pekerjaan
mereka pada umumnya, agar pembaca dan memahami dan mengetahui bagaimana
cara-cara dan model apa yang digunakan pengemis saat beraksi pada pekerjaannya.
3.
Penulis
mengobservasi pada beberapa sampel tentang faktor yang menggerakkan hati si
pengemis untuk melakukan pekerjaan ini. Agar pembaca dapat memahami dan mengetahui
faktor yang membuat pengemis tergerak hati dalam melakukan pekerjaan tersebut.
D. Sistematika Penulisan
Pada karya ilmiah yang akan di paparkan oleh penulis
memiliki 3 bagian. Pembuka makalah (pendahuluan) yang membahas tentang latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan dan sistematika penulisan.
Kemudian diikuti dengan isi (pembahasan) yang akan membahas tentang isi
pembahasan yang akan di paparkan oleh penulis, dan yang terakhir adaalah
penutup yang berisi tentang kesimpulan paparan penulis, dan saran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar